Batam, NetBatam – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral IV) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam di wilayah kerjanya. Kodaeral IV menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) sekaligus meresmikan pembentukan Tim Reaksi Cepat atau Quick Response Naval Command (QRNC).
Kegiatan siaga bencana ini dipusatkan di Mako Satuan Pertahanan Pantai (Sathantai) Kodaeral IV, Batam, pada Selasa (13/10).
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung oleh Asintel Kasal Laksda TNI Andy Kriswanto, S.E., M.M., dan turut dihadiri oleh Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., Wadan Kodaeral IV, Ir Kodaeral IV, seluruh Pejabat Utama (PJU) Kodaeral IV, Dansatrol, Danden Intel, serta Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral IV.
Kegiatan ini merupakan wujud langkah konkret Kodaeral IV dalam menjaga kedaulatan negara dan keselamatan masyarakat, khususnya mengingat karakteristik geografis wilayah kerja Kodaeral IV yang berupa kepulauan dan memiliki kerentanan terhadap bencana alam sewaktu-waktu.
Dalam pelaksanaannya, Asintel Kasal bersama jajaran pimpinan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel serta kelengkapan material dan perlengkapan pendukung Gulbencal.Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh unsur operasional siap digerakkan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi manakala bencana menimpa masyarakat.
Pembentukan QRNC Kodaeral IV menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapabilitas respon satuan terhadap situasi darurat. Tim khusus ini dipersiapkan untuk bergerak cepat dalam melaksanakan evakuasi, memberikan pertolongan pertama, pengamanan, serta mendukung berbagai kebutuhan penanganan darurat awal di lokasi bencana.
Asintel Kasal Laksda TNI Andy Kriswanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa karakteristik geografis wilayah kepulauan menuntut tingkat kewaspadaan dan fleksibilitas yang tinggi dari setiap prajurit.
“Mengingat wilayah kerja Kodaeral IV yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, kesiapsiagaan personel dan material secara berkala mutlak diperlukan agar kita dapat bergerak secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sewaktu-waktu,” ujar Laksda TNI Andy Kriswanto.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya moril prajurit serta soliditas lintas instansi dalam meredam dampak buruk bencana terhadap warga.
“Kecepatan bertindak, koordinasi yang solid antar-instansi, serta kesiapan sarana dan prasarana adalah kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang dihadapi masyarakat saat bencana terjadi,” tambahnya.
Melalui apel kesiapsiagaan dan pembentukan QRNC ini, Kodaeral IV menegaskan komitmen kuatnya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat serta mendukung penuh program pemerintah dalam mitigasi dan penanggulangan bencana secara terpadu.
Langkah strategis ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam membantu menanggulangi akibat bencana alam, penanganan pengungsian, dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
“Pembentukan Tim Reaksi Cepat QRNC ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut untuk senantiasa hadir, siap membantu menanggulangi bencana alam, serta memberikan perlindungan terbaik bagi keselamatan masyarakat,” pungkas Laksda TNI Andy Kriswanto.






