Operasi Sarang Narkoba di Bukit Senyum, 24 dari 33 Orang Positif Urine

Batam, NetBatam — Modus operandi peredaran gelap narkotika di kawasan Bukit Senyum, Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, terungkap semakin beragam. Dalam penggerebekan yang digelar melalui Operasi Sarang Narkoba, petugas menemukan perangkat closed-circuit television (CCTV) yang diduga digunakan untuk memantau kedatangan aparat kepolisian. Pengungkapan tersebut terjadi saat tim gabungan Polda Kepulauan Riau (Kepri), BNNP Kepri, Polresta Barelang, dan Satbrimob menggelar Operasi Sarang Narkoba pada Sabtu (17/10/2026) dini hari.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan, ratusan personel diterjunkan untuk menyisir kawasan permukiman padat penduduk yang kerap menjadi lokasi transaksi narkotika jenis sabu.

“Terdapat ratusan personel yang diterjunkan untuk menyisir pemukiman tersebut, yang kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika jenis sabu,” kata Nona, Sabtu (17/10/2026).

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Barang bukti itu meliputi tujuh paket sabu dengan berat total 2,6 gram, alat isap bong, timbangan digital, serta perangkat receiver yang terhubung dengan tiga unit CCTV.

Perangkat tersebut diduga digunakan untuk mengawasi pergerakan dan memantau kedatangan petugas ke lokasi.
Selain narkotika dan perangkat pengintai, polisi turut menyita sebilah senjata tajam jenis samurai, 11 unit telepon genggam, enam korek api, serta satu kotak kaca pirex.
24 Orang Positif Narkotika

Dalam operasi yang sama, petugas mengamankan 33 orang yang berada di kawasan Bukit Senyum untuk menjalani pemeriksaan dan tes urine.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 24 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika, sedangkan sembilan orang lainnya menunjukkan hasil negatif.

“Dari 33 orang yang diamankan untuk pemeriksaan urine, sebanyak 24 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika. Sementara sembilan orang lainnya negatif,” ujar Nona.

Seluruh orang yang dinyatakan positif urine bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga melakukan pengembangan guna mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam aktivitas narkotika di kawasan tersebut.

Nona menegaskan, operasi di Bukit Senyum merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk menindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sekaligus memulihkan kawasan yang rawan terhadap aktivitas tersebut.

“Kegiatan ini sejalan dengan Quick Wins Kapolri Program Nomor 2 tentang Pemulihan Kawasan Narkoba. Pemberantasan di Bukit Senyum tidak hanya penindakan hukum, tetapi juga pemulihan lingkungan bersama masyarakat,” tuturnya.

Polda Kepri memastikan pengawasan di kawasan Batu Ampar akan terus diperketat melalui pendekatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kawasan Bukit Senyum kembali dimanfaatkan sebagai lokasi penyalahgunaan maupun transaksi narkotika, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

Related posts