Kualitas Udara Batam Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Kabut Asap Kiriman Akibat Kebakaran Lahan Di Beberapa Wilayah Sumatera Menyelimuti Beberapa wilayah Di Batam
Kabut Asap Kiriman Akibat Kebakaran Lahan Di Beberapa Wilayah Sumatera Menyelimuti Beberapa wilayah Di Batam

Batam, NetBatam – Kualitas udara di Kota Batam mulai mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI), kondisi udara Batam berada dalam kategori tidak sehat, baik bagi kelompok sensitif maupun masyarakat umum.

Pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, AQI Batam mencatat angka di kisaran 125 hingga 154. Konsentrasi particulate matter (PM2.5) tercatat mencapai 66,6 mikrogram per meter kubik, yang mengonfirmasi status udara tidak sehat.

“Batam masuk kategori tidak sehat, di angka 66,6 mikrogram per meter kubik,” ujar Ibnu Susilo Forecaster BMKG Hang Nadim Batam.

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Sangat disarankan bagi warga untuk memakai masker saat keluar ruangan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita gangguan pernapasan, serta warga yang sensitif atau memiliki alergi terhadap udara kotor,” kata Ibnu.

Penurunan kualitas udara ini dipicu oleh fenomena kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Batam. Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap tampak pekat di sejumlah kawasan strategis, seperti Baloi, Nagoya, perairan Dapur 12 Sagulung, hingga wilayah Harbour Bay di Batuampar.

Kondisi tersebut juga mulai memengaruhi operasional di sekitar Bandara Internasional Hang Nadim. Berdasarkan pemantauan satelit BMKG, jarak pandang (visibility) di area bandara berkurang hingga berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter.

Berdasarkan analisis BMKG melalui peta sebaran titik panas (hotspot), terdeteksi adanya titik api di wilayah Kabupaten Lingga, Natuna serta sejumlah area di Sumatera bagian selatan. Arah angin dan dinamika atmosfer memicu pergerakan asap dari wilayah sumber menuju ke area Batam.

“Ada satu titik api Di Kabupaten Lingga dan empat titik api di Natuna. Hal ini ditambah kiriman asap dari Sumatera bagian Selatan, ” Kata Ibnu.

BMKG terus memantau pergerakan angin dan sebaran titik panas untuk mengantisipasi potensi memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Related posts