Batam, NetBatam – Teka-teki di balik kasus dugaan perampokan berdarah yang menimpa seorang pemilik toko kelontong di kawasan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, akhirnya terungkap. Kasus yang sempat membuat geger warga Batam dan sekitarnya ternyata murni merupakan rekayasa korban sendiri akibat terjerat masalah ekonomi dan judi online.
Korban berinisial RS (40) sengaja melukai tubuhnya menggunakan pisau cutter lantaran depresi menahan tekanan krisis ekonomi, masalah keluarga, serta kerugian besar akibat judi online. Usai menyayat tubuhnya sendiri, ia lantas berteriak “maling” untuk mengelabui warga sekitar.
Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba, mengungkapkan bahwa kebohongan korban terkuak setelah tim gabungan bersama Jatanras Polresta Barelang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Dari hasil penyelidikan mendalam kami bersama Jatanras Polresta Barelang, ternyata peristiwa tersebut bukan tindak pidana curas (pencurian dengan kekerasan), melainkan percobaan bunuh diri,” ujar AKP Tigor, Rabu (23/9/2026).
Polisi memastikan seluruh luka sayat yang ditemukan di bagian kepala, lengan, pinggang, hingga paha korban murni berasal dari ulahnya sendiri. Skenario palsu itu berantakan setelah petugas menemukan barang bukti pisau cutter di dalam rumah serta mencocokkannya dengan hasil pemeriksaan medis.
“Saksi-saksi mendengar teriakan ‘maling’ yang bersumber dari korban itu sendiri setelah menyayat tubuhnya. Hal itulah yang memicu anggapan warga bahwa ada perampokan. Padahal, kejadian sebenarnya adalah percobaan bunuh diri,” jelas Tigor.
Setelah kebohongannya terbongkar, korban akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kota Batam melalui rekaman video klarifikasi.
Pihak kepolisian sendiri memberikan pertimbangan hukum khusus terhadap korban mengingat yang bersangkutan bersikap kooperatif dan berterus terang selama menjalani pemeriksaan.
Atas kegaduhan yang sempat terjadi di tengah masyarakat, Polsek Bengkong mengimbau warga serta pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menyikapi informasi. Masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru menyebarkan spekulasi sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
“Kami imbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi. Cek terlebih dahulu fakta yang sebenarnya dan jangan langsung memvonis suatu peristiwa selagi kepolisian masih bekerja melakukan penyelidikan,” pungkasnya.






