Batam, NetBatam — Demi menutupi rasa takutnya kepada sang ayah akibat
menggadaikan sepeda motor untuk bayar utang, seorang perempuan berinisial RL (23) nekat merancang skenario kejahatan palsu. Wanita yang berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ) di salah satu tempat hiburan
malam di Kota Batam ini berpura-pura menjadi korban pembegalan sadis di kawasan rawan Sei Ladi.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (7/8/2026) RL ditagih utang oleh rekannya sebesar Rp 8,7 juta. Karena tidak memiliki uang tunai, sepeda motor Honda Beat milik ayahnya yang sehari-hari ia gunakan terpaksa diserahkan sebagai jaminan hingga utang tersebut dilunasi.
Panik dan takut kedapatan oleh orang tuanya, pikiran nekat RL muncul. Ia kemudian mengarang cerita bahwa dirinya telah disergap kawanan begal bersenjata tajam saat melintas di jalur Sei Ladi.
Untuk memperkuat kedoknya, Ia mendatangi Polresta Barelang dengan didampingi sang
ayah yang cemas. Kepada penyidik, RL membeberkan kronologi rekaannya secara mendetail.
Ia mengaku insiden terjadi sekitar pukul 05.00 WIB usai dirinya pulang bekerja dari kawasan Bengkong menuju rumahnya di Tiban.
“Kondisi jalan saat itu sepi. Tiba-tiba sepeda motor tanpa bodi memepet kendaraan saya. Dari arah belakang, muncul motor lain ditumpangi dua orang yang mengacungkan parang,” aku RL saat diperiksa
petugas.
RL melanjutkan, karena ketakutan ia terpaksa menyerahkan sepeda motor
tersebut. Ia bahkan mengaku harus berjalan kaki menuju kantor polisi
terdekat usai kejadian menegangkan itu.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Buser Macan
Barelang dengan yang dipimpin oleh Kasubnit Opsnal Jatanras Polresta
Barelang Ipda Dedy Pasaribu melakukan olah TKP dan penyisiran. Namun,
kejanggalan demi kejanggalan mulai terkuak saat polisi tidak
menemukan bukti atau rekaman CCTV yang mendukung keterangan RL.
Titik terang akhirnya muncul sewaktu petugas memeriksa ponsel milik
RL. Bukannya menemukan jejak pelaku, polisi justru menemukan riwayat
yang mencurigakan. Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Ade Putra,
membenarkan terbongkarnya skenario rekayasa tersebut.
“Awalnya polisi percaya. Namun Tim Buser Macan Barelang tidak
menemukan bukti di CCTV. Setelah HP-nya kami cek, ada niat dia
membuat laporan palsu’. Di situ dia akhirnya mengaku,” ungkap AKP Ade
Putra kepada awak media, Kamis (13/8/2026) siang.
Fakta di lapangan juga membuktikan bahwa RL tidak berjalan kaki
sebagaimana pengakuannya, melainkan pulang menggunakan jasa ojek
online dari tempat kerjanya.
Agar Warga Tak Resah menanggapi kebohongan yang sempat membuat geger
masyarakat ini, pihak kepolisian meminta RL membuat video klarifikasi
dan permohonan maaf secara terbuka. Langkah ini diambil guna meredam
kepanikan publik terkait isu keamanan di kawasan Sei Ladi, khususnya
bagi para pengendara yang melintas pada malam hingga subuh hari.
“Untuk mengatasi keresahan masyarakat terkait tersebarnya berita dia
di begal di Sei Ladi, kita minta dia klarifikasi, bahwa pembegalan
terhadap dirinya hanya lah karangan dia saja. Peristiwa itu tidak
ada,” tegas Ade.
Atas perbuatannya, RL kini harus berurusan dengan hukum akibat
merekayasa laporan dan memberikan keterangan palsu kepada pihak
kepolisian.






