Wujudkan Budaya Inklusif, Mahasiswa Psikologi UM Surabaya Gelar Program “Sahabat Inklusi” di Sekolah Monte Sienna Batam

Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya Saat Memberikan Materi Di Serkolah Monte Sienna Batam.
Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya Saat Memberikan Materi Di Serkolah Monte Sienna Batam.

Batam, NetBatam – Upaya membangun budaya sekolah yang lebih inklusif terus dilakukan melalui kegiatan edukasi bertajuk “Sahabat Inklusi: Belajar Bersama dalam Keberagaman”. Program ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya yang tergabung dalam KKN Mandiri Kelompok 40, bertempat di Sekolah Monte Sienna Batam pada 27–29 Juli 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 7 hingga kelas 12 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai keberagaman, menumbuhkan rasa empati, serta mendorong siswa menjadi rekan yang suportif bagi teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus maupun karakteristik belajar yang berbeda.

Selama tiga hari pelaksanaan, materi disampaikan menggunakan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Para peserta diajak terlibat dalam berbagai aktivitas dinamis, mulai dari ice breaking, diskusi kelompok, metode think-pair-share, studi kasus, refleksi diri, permainan edukatif, hingga penandatanganan komitmen kelas.

Siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti instruksi, dan tak ragu membagikan pengalaman pribadi terkait persahabatan, perbedaan, hingga momen saat melihat kawan yang mengalami kesulitan belajar atau merasa tersisih.

Pada sesi studi kasus, para siswa diajak mencari solusi nyata saat berhadapan dengan rekan yang belum memahami pelajaran, sering menyendiri, atau kurang percaya diri saat bekerja dalam kelompok. Sebagian besar siswa menyampaikan komitmen mereka untuk merangkul, mengajak bermain, memberikan semangat, serta tidak mengejek teman yang memiliki keterbatasan. Tak hanya itu, peserta juga dilatih membedakan antara kalimat yang menyemangati dan kalimat yang dapat melukai perasaan, guna menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga tutur kata.

Pemateri kegiatan, Uncok Manigor Jokkas Siahaan, menjelaskan bahwa konsep pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada siswa berkebutuhan khusus, melainkan pada pembentukan lingkungan belajar yang saling menghargai secara menyeluruh.

“Harapan saya, setelah kegiatan ini siswa semakin berani mengajak teman yang berbeda untuk belajar, bermain, dan bertumbuh bersama. Sekolah akan menjadi tempat yang lebih nyaman jika semua merasa diterima,” ujar Uncok.

Apresiasi positif turut disampaikan oleh pihak sekolah. Salah seorang guru pendamping mengungkapkan bahwa materi yang dibawakan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa.

“Materinya dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan penyampaiannya membuat mereka aktif berdiskusi. Kami melihat siswa berani menyampaikan pendapat dan mulai memahami pentingnya menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai terlihat di lingkungan sekolah. Para siswa kini lebih terbuka untuk berbaur dengan rekan-rekan di luar kelompok pertemanan biasa dan mau bekerja sama tanpa membeda-bedakan.

Melalui program “Sahabat Inklusi”, Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap nilai-nilai empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai dapat terus mengakar kuat, sehingga setiap siswa di Sekolah Monte Sienna Batam merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Related posts