Tarik Simpati Pacar, Pria Karang Cerita Dibegal

Kasat Reskrim Polresta Basrelang Kompol Debbir Tri andrtestian Memberi Kerangan Pers Terkait Laporan Palsu Pria Korban Begal

Batam, NetBatam – Kabar dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan masyarakat di kawasan Simpang Tobing, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, dipastikan tidak benar.

Fakta tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Jumat (29/5/2026).

Read More

Menurut Debby, informasi yang beredar luas melalui berbagai grup WhatsApp mengenai adanya aksi begal terhadap seorang pria berusia 23 tahun di wilayah Sagulung telah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Awalnya, korban melaporkan bahwa dirinya menjadi korban pembegalan. Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

“Ada seorang korban laki-laki mengaku di begal, namun setelah kami lakukan penyelidikan ternyata hasil dari penyelidikan keterangan daripada korban itu bukan pembegalan, namun penganiayaan oleh orang tidak dikenal,” kata Debby.

Namun, penyelidikan tidak berhenti sampai di situ. Polisi kembali mendalami keterangan korban dan mengumpulkan sejumlah fakta di lapangan.

Dari hasil penyelidikan lanjutan, polisi menemukan fakta bahwa peristiwa penganiayaan yang sebelumnya diakui korban juga tidak pernah terjadi.

Korban akhirnya mengakui bahwa luka sayatan yang terdapat pada tangannya bukan akibat penganiayaan.

“Korban mengakui bahwa luka di tangannya itu dia sendiri yang menyayat,.Korban disebut menggunakan cutter untuk melukai dirinya sendiri ” ujar Debby.

Berdasarkan pengakuan korban, tindakan tersebut dilakukan karena persoalan asmara. Korban diketahui baru putus hubungan dengan pacarnya dan berupaya menarik simpati agar sang mantan kembali kepadanya.

“Tujuannya supaya pacarnya kasihan dan bisa kembali lagi kepada korban,” jelas Debby.

Polisi menegaskan bahwa tidak pernah terjadi aksi pembegalan maupun penganiayaan oleh orang tidak dikenal sebagaimana yang sempat beredar.

Debby meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Ia menegaskan bahwa kabar mengenai aksi begal maupun penganiayaan di Simpang Tobing yang beredar melalui media sosial dan grup percakapan merupakan informasi yang tidak benar.

“Peristiwa begal maupun penganiayaan oleh orang tidak dikenal itu tidak ada. Kami tegaskan tidak ada,” katanya.

Menurutnya, luka yang dialami korban merupakan akibat perbuatannya sendiri dengan menggunakan cutter.

Selain menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta, korban juga diketahui telah membuat laporan resmi ke Polsek Sagulung.

Atas dasar itu, polisi menilai terdapat dugaan laporan palsu yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

“Terkait laporan palsunya akan kami tindak lanjuti,” tegas Debby.

Related posts